Sunday, October 23, 2016

A. KARYA SASTRA BENTUK PROSA
Karangan prosa ialah karangan yang bersifat menerang jelaskan secara terurai mengenai suatu masalah atau hal atau peristiwa dan lain – lain. Pada dasarnya karya bentuk prosa ada dua macam,
yakni karya sastra yang bersifat sastra dan karya sastra yang bersifat bukan sastra . yang bersifat sastra merupakan karya sastra yang kreaktif imajinatif, sedangkan karya sastra yang bukan sastra ialah karya sastra yang nonimajinatif .

Macam macam karya sastra bentuk prosa
dalam khasanah sastra Indonesia dikenal dua macam kelompok karya sastra menurut temanya, yakni karya sastra lama dan karya sastra baru. Hal itu juga berlaku bagi karya sastra bentuk prosa. Jadi, ada karya sastra prosa lama dan karya sastra prosa baru.

perbedaan prosa lama dan prosa baru menurut Dr.J.S badudu adalah :
Prosa lama :
1      1. Cenderung bersifat statis, sesuai dengan keadaan masyarakat lama yang mengalami perubahan
    secara lambat
2. Istanasentris (ceritanya sekitar kerajaan, istana, keluarga raja, bersifat feudal.)
3         3..   Hampir seluruhnya berbentuk hikayat, tambo atau dongeng. Pembaca dibawa ke dalam khayal dan      Fantasi.
4.  
Dipengaruhi oleh kesusastraan hindu dan arab. 
      5.  Cerita nya sering bersifat anonym (tanpa nama)
6.  milik bersama.  


Prosa baru :
1        Prosa baru bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat.
2        Masyarakatnya sentris (cerita mengambil bahan dari kehidupan masyarakat sehari – hari.
3        Bentuknya roman, cerpen, novel, kisah, drama. Berjejak di dunia yang nyata, berdasarkan
      Kebenaran dan kenyataan .
4        Terutama di pengaruhi oleh kesusastraan barat .
5         Dipengaruhi siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas
6         Tertulis .

Prosa lama
Prosa lama adalah karya satra daerah yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau
kebudayaan barat . dalam hubungannya dengan kesusastraan Indonesia maka objek
pembicaraan sastra lama  ialah sastra prosa daerah melayu yang mendapat pengaruh barat. Hal  
ini disebabkan oleh hubungannya yang sangat erat dengan satra Indonesia. Karya sastra prosa  
lama yang mula – mula timbul di sampaikan secara lisan . disebabkan karena belum dikenalnya
bentuk tulis. Dikenal bentuk tulisan setelah agama dan kebudayaan islam masuk ke Indonesia,
masyarakat melayu mengenal tulisan. Sejak itulah satra tulisan mulai dikenal dan sejak itu
pulalah babak – babak sastra pertama . dalam rentetan sejarah sastra Indonesia mulai ada.

Bentuk bentuk sastra prosa lama adalah .
      Mite adalah dongeng yang banyak mengandung unsur unsur ajaib dan ditokohi oleh dewa, roh halus, atau peri.contoh nyi roro kidul.
b        Legenda adalah dongeng yang dihubunkan dengan terjadinya suatu tempat.
      contoh : sangkuriang, SI malin kundang,
c        Fable adalah dongeng yang pelaku utamanya adalah binatang.
      contoh kancil
d        Hikayat adalah suatu bentuk  prosa lama yang ceritanya berisi kehidupan kehidupan raja – raja
dan sekitarnya serta kehidupan para dewa. Contoh : hikayat hang tuah.
      Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Contoh : cerita pak belalang.
      Cerita berbingkai adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang di tuturkan oleh 
      pelaku pelakunya. Contoh : seribu satu malam .

Prosa baru
prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah medapat pengaruh sastra atau budaya barat.
prosa baru timbul sejak pengaruh pers masuk ke Indonesia . yakni sekitar permulaan abad ke – 20 contoh : nyai dastima karangan karangan G . fransis siti Mariah karangan hj moekti.

Berdasarkan isi atau sifatnya prosa baru dapat di golongkan menjadi.
1 -   Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati. Mengungkapkan
adat / aspek kehiudpan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh, alur bercabang     cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kedihupan pelaku dalam cerita tersebut. Contoh : karangan sutan takdir alisjahbana : kalah dan manang, grota azzura, layar terkembang, dan dian yang tak kunjung padam.

2 -    Riwayat adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman – pengalaman hidup pengarang
sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang sejak kecil hingga dewasa atau
bahkan sampai meninggal dunia . contoh : soeharto anak desa atau prof. dr. BI habibie atau ki hajar dewantara .

3  -  Otobiography adalah karya yang berisi daftar riwayat hidup sendiri .

4  -  Antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya terpilih beberapa orang . contoh laut biru
langit biru karya ayip rosidi .
      kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetetan kejadian kemudian
      medapat perluasan makna. Sehingga dapat juga berarti cerita contoh : melawat ke jakbar -
negoro, catatan di sumatera – M. rajab.

1.      cerpen adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan manusia, pelaku,
tokoh dalam cerita tersebut.
contoh : tamasya dengan perahu bugis karangan usman. Corat – coret di bawah tanah
karangan idrus.

Bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang - orang  .
contoh : roromendut. Karangan YB. Mangunwijaya.
2.      Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar
      biasa dan kehidupan orang – orang c
contoh : roromendut karangan YB. Mangunwijaya .

3.    Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik- buruk suatu hasil karya dengan memberi alas an alas an tetang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

4.    Resensi adalah pembicaraan/ pertimbangan/ulasan suatu karya (buku film, drama dll.) isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek tema, alur, perwatakan
     dialog, dll. Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

Esei adalah ulasan/kupasan sautu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena social, politik, pementasan drama, film, dll. Menurut selera pribadi menulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.

B. puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh irama, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Unsur unsur intrinsic puisi adalah
a.       Tema adalah tentang apa puisi itu bicara
b.      Amanat adalah apa yang di nasihatkan kepada pembaca
c.      Rima adalah persamaan persamaan bunyi
d.      Ritma adalah perhentian – perhetian/tekanan – tekanan yang terartur
e.    Metrum/Irama adalah turun naik lagu secara beraturan yang dibentuk oleh persamaan jumlah kata/
suku tiap haris.
f.       Majas/gaya bahasa adalah permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi ekspresi
g.      kesan adalah perasaan yang di ungkapan lewat puisi (sedih, haru, mencekam, berapi – api, dll.
h.      Diksi adalah pilihan kata/ ungkapan
i.       Tipografi adalah perwajahan bentuk/puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

a. puisi lama
ciri puisi lama
1.      Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
2.      Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisa 
3.   Sangat terikat oleh aturan – aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun
      rima. 

b. Yang termasuk puisi lama adalah :
1.     Mantra adalah ucapan – ucapan yang ianggap memiliki kekuatan gaib .
2.     Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris tiap baris tiap terdiri dari
     12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun sebagai   isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda – mudi, agama / nasihat, teka     teki, jenaka .
3.      Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
4.      Seloka adalah pantun berkait.
5.      Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersaja a-a-a-a berisi nasihat.
6.     Syair adalah puisi yang bersumber dari arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersaja a-a-a-a berisi nasihat 
7.     Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8 ataupun 10 baris .

b.   puisi baru
puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata,
maupun rima, menurut isinya, puisi dibedakan atas
1.      Balanda adalah puisi berisi kisah/cerita.
2.      Himne adalah puisi pujaan untuk tuhan, tanah air atau pahlawan
3.      Ode adalah pusi sanjungan untukn orang yang berjasa.
4.       Epidgram adalah puisi yang berisi tuntutan/ajaran hidup.
5.       Romance adalah pusi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
6.       Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
7.       Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. 

Membaca puisi .
Adapun factor factor yang harus di perhatikan dalam membaca puisi anatara lain
1.   Jenis acara : pertunjukan, pembuka acara resmi, performance – art, dll 
2.   Pencarian jenis puisi yang cocok dengan tema : perenungan, perjuangan pemberontakan,                      perdamaian, kebutuhan, percintaan, kasih saying dendam, keadilan, kemanusiaan, dll.
3.   Pemahaman puisi yang utuh
4.   Pemilihan bentuk dan gay abaca puisi meliputi poetry reading, deklamasi dan teaterikal.
5.   Tempat acara : indoor atau outdo
6.   Audien
7.   Kualitas komunikasi
8.   Totalis performansi : penghayatan, ekspresi (gerak dan mimic
9.   Kualitas vocal, meliputi volume suara, irama (tekanan dinamik, tekanan nada tekanan tem
10.Kesuaian gerak

11.      Jika menggunakan bentuk dan gaya teaterikal, maka harus memperhatikan
 a.       Pemilihan kostum yang tepat.
 b.      Penggunaan property yang efektif dan efisien.
 c.       Setting yang sesuai dan mendukung tema pusi
 d.      Music yang sebagai music pengiring puisi atau sebagai

C.  Drama/film
Drama atau film merupakan karya yang terdiri atas aspek sastra dan aspek pementasaan.
aspek sastra drama berupa naskah drama, dan aspek sastra film berupa scenario . unsur
instrisik keduanya terdiri dari dari tema, amanat/pesan  plot/alur perawatan /karakteristik,
konflik, dialog, tata artistic (make up, lighting, busana, property, tata panggung, actor,
sutradara busana, tata suara penonton), casting (penentuan peran) dan acting (peragaan
gerak para pemain.  
     
D. peridioso sastra Indonesia
Periodiasi sastra adalah pembabakan waktu terhadap perkembangan sastra yang ditandai
yang ditandai dengan ciri – ciri tertentu. Maksudnya tiap babak waktu (periode) memiliki
ciri tertentu yang berbeda dengan periode lainya.
1.      aman sastra melayu lama .
      Zaman ini melahirkan karya sastra berupa mantra, syair, pantun,, hikayat, dongeng dan
      bentuk yang lain.  

1.      Zaman peralihan.
Zaman ini dikenal tokoh Abdullah bin abdulkadir munsyi. Karyanya dianggap bercorak               
Baru karena tidak lagi berisi tentang istana dan raja – raja tetapi tentang kehidupan
manusia dan masyarakat nyata, misalnya hikayat Abdullah (otobiografi), syair perihal     
singapura dimakan api kisah pelayaran Abdullah ke negri jedah. Pembaharuan yang ia
lakukan tidak hanya dalam segi isi, tetapu juga bahasa. Ia tidak lagi menggunakan bahasa  
melayu yang ke arab – arab an 

Zaman sastra Indonesia
Angakatan balai pustaka (angkatan 20-an)
Ciri umum angkatan ini adalah tema berkisari tentang konflik adat antara kaum tua  dengan
kaum muda, kasih tak sampai dan kawin paksa, bahan cerita nya dari minangkabau bahasa yang
dipakai adalah bahasa melayu, bercorak aliran romantic sentimental    

Tokoh nya adalah marah rusli (romansiti nurbaya), menari siregar (roman azab dan sengsara),      
nur sutan iskandar (novel apa dayaku) (roman azab dan sengsara), nur sutan iskandar (novel apa dayaku karena aku seorang perempuan), hamka (roman di bawah lindungan ka’bah), tulis sutan sati (novel sengsara membawa nikmat), hamidah (novel kehilangan mestika), abdul muis (roman salah asuhan), M kasim (kumpulan cerpen teman duduk) 

b. angaktan pujagga baru (angkatan 30-an)
cirinya adalah 1) bahasa yang dipakai adalaha bahasa Indonesia modern, (2) tema nya tidak -
hanya tentang adat atau kawin paksa, tetapi mencakup masalah yang kompleks, seperti
emansipasi wanita, kehidupan kaum intelek dan sebagainya . (3) bentuk puisinya adalah puisi
bebas mementingkan keindahan bahasa dan mulai digemari bentuk baru yang disebut sonata,
yaitu puisi dari italia yang terdiri dari 14 baris (4) pengaruh barat terasa sekali, terutama dari
angkatan 80 belanda (5) aloran yang di anut adalah romantic idealisme . dan (6) setting yang
menonjol adalah masyarakat penjajahan .

Tokohnya adalah STA syahbana (novel layar terkembang, roman dian tak kunjung padam), amir
hamzah (kumpulan puisi nyanyi sunyi, buah rindu, setanggi timur) armin pane (novel belenggu ) sanusi pane (drama manusia baru) M. yamin (drama ke arok dan ken dedes) rustam effendi
(drama bebasari), YE tatengkeng (kumpulan puisi rindu dendam)  ham (roman tenggelam nya kapal nvan der wijck .) 

c.angkatan 45 ciri umumnya adalah bentuk prosa maupun  puisinya lebih bebas prosanya bercorak  realisme, puisinya bercorak ekspresionisme, tema dan setting yang menonjol adalah revolusi, lebih mementingkan isi dari pada ke indahan bahasa, dan jarang menghasilakan roman seperti angkatan sebelumnya.
tokohnya chairil anwar (kumpulan puisi deru capur debu, kumpulan puisi bersama rivai apin dan asrul sani tiga menguak takdir), achdiat kartmiharja (novel atheis), idrus (novel Surabaya, aki) mochtar lubis kumpulan drama sedih dan gembira), pramduya ananta toer (novel keluarga geriliya ) utuy tatang sontani (novel sejarah tambera)

D. angkatan 66
ciri umumnya adalah tema yang menonjol adalah protes social dan politik, menggunakan kalimat
kalimat panjang mendekati bentuk prosa. Tokohnya adalah W.S rendra (kumpulan puisi blues untuk bnie) kumpulan puisi ballada orang orang tercinta) taufiq ismail (kumpulan puisi tirani, kumpulan puisi benteng) N.H dini (novel pada sebuah kapal) A.A navis (novel kemarau), toha mochtar (novel pulang), menguwijaya (novel burung burung manyar ), iwan simatupang (novel ziarah) , mochtar lubis (nove harimau harimau ), mariannnge katoppo (novel raumannen).

E. Identifikasi moral, estetika, social, budaya kaya sastra.
1.      Identifikasi moral
Sebuah karya umumnya membawa pesan moral.  Pesan moral dapat disampaikan oleh pengacara secara langsug maupun tidak langsung. Dalam karya sastra, pesan moral dapat diketahui dari perilaku tokoh – tokoh nya atau komentar langsung pengarangnya lewat karya itu .

1.      identifikasi estika atau nilai keindahan
sebuah karya sastra mempunyai aspek – aspek keindahan yang melekat pada karya sastra itu. Sebuah puisi , misalnya : dapat diamati aspek persamaan bunyi, pilihan kata, dan lain lain . dalam cerpen dapat diamati aspek persamaan bunyi, pilihan kata, dan lain – lain. Dalam cerpen diamati pilihan gaya bahasanya.

2.      Identifikasi social budaya
Suatu karya sastra akan mencerminkan aspek social budaya suatu daerah tertentu. Hai ini berkaitan dengan warna daerah. Sebuah novel misalnya , warna daerah memiliki corak tersendiri yang membedakanya dengan yang lain. Beberapa karya sastra yang menggungkapkan aspek social budaya .

a. pembayaran karya sunansari ecip menggungkapkan kehidupan di Sulawesi selatan
b.  Bako karya daman moenir menggungkapkan kehidupan suku minangkabau di sumatera barat.
   
    Sumber : 
https://endonesa.wordpress.com/lentera-sastra/karya-sastra-dan-periodenya
     sumber : http://www.pusatsemangat.com/2015/08/kumpulan-novel-karya-andrea-hirata.html


Contoh karya :

  • 2005 - Laskar Pelangi
  • 2006 - Sang Pemimpi
  • 2007 - Edensor
  • 2008 - Maryamah Karpov
  • 2010 - Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas
  • 2011 - Sebelas Patriot
  • 2012 - Laskar Pelangi Song Book

    karya : andrea hirata 















  •       





         
      




      





    No comments:

    Post a Comment

    silahkan berikan komentar disini